A SPACE BETWEEN US
Jarak di antara kita? Eh arti konteksnya apa si yang mau dibahas?
Waittt.. sabar dan santai, kita coba bahas pelan-pelan
Pernah denger kalimat ini? Kalau kita dekat dengan pemilik miyak wangi kita bisa dapet hadiah minyak wangi dan ikut mendapatkan wangi yang enak. Tetapi dengan dekat dengan pandai besi? Tentu kemungiinan badan bisa terkena cipratan api serta medapat wangi asap yang kurang enak.
Yang mau kita pelajari yaitu pertemanan yang merusak dan memberi manfaat.
Pentingnya berteman dengan orang
sholeh
Ada kisah saat Abu Bakar sudah mendapatkan hidayah Islam, saat itu karena merasa yang didapatkannya adalah hal kebaikan, maka tidak heran Abu Bakar membagikan apa yang didapatnya ke teman lainnya. Dimana melahirkan orang hebat lain yang mau berdakwah dijalan Allah seperti Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam.
Bukankah apabila kita menemukan tempat makan yang enak, pasti kita akan merekomedasikan ke teman lainnya, meskipun kita tidak dibayar? Apalagi Islam yang rahmatan lil alamin, hehe pembahasan ini mungkin di forum lainnya yaa..
Selanjutnya, teman yang baik itu peduli dalam hal kebaikan. Teman yang sholeh juga akan selalu menasehati dan menyemangati kita kepada kebaikan, sehingga diharapkan pegang erat sahabat sholeh.
Umar bin Khattab ra berkata,
“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang sholeh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang sholeh maka peganglah erat-erat.”
[Quutul Qulub 2/17]
Orang sholeh rajin mendoakan
“Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan).
Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya.
Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” (HR. Muslim)
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبّ
“Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kalau kita mencintai Rasullullah dan orang- orang sholeh, maka InshaAllah kita akan dikumpulkan di akherat bersama, tetapi apabila kita mencintai pelaku maksiat, apakah kita mau dikumpulkan bersama mereka kelak?
Bahaya berteman dengan yang tidak paham agama
Membuat waktu berlalu tanpa bernilai pahala
Mempengaruhi pemikiran dengan faham-faham yang bertentangan dengan Islam
Mengajak kepada kemaksiatan, kejahatan bahkan kekufuran
Mari analogikan dengan pedagang es batu, setiap waktu berlalu es akan terus mencair. Kalau tidak ada yang membeli, tentu dia akan merugi. Sama halnya dengan kita waktu hidup terus berkurang, kalau tidak diganti dengan pahala, rugilah kita. Jangan banyak melakukan hal yang mubah, ingat bahwa modal waktu terus bergulir.
Beberapa kalimat mungkin sering kita dengar seperti
• Jangan fanatik agama lah
• Riba haram, bunga halal
• Biar sukses, produktif kita ke dukun
• Demokrasi itu dari Islam
• Hormati HAM
• Sekulerisme baik untuk masa depan
Maka perlu bagi kita mengingatkan apabila teman kita keliru
Dalam masa kini mungkin ini situasai yang kemunginan terjadi.
Sesama pengguna narkoba terlihat sangat akrab bahkan hampir bersaudara ketika menggunakan narkoba bersama-sama.
Mereka mengatakan, “Kita saling berbagi jika dapat narkoba dan susah-senang bersama”.
Tatkala mereka ditangkap oleh polisi, mereka saling menyalahkan siapa duluan yang mengajak, saling mengelak dan saling menuduh siapa yang membeli dan menghadirkan narkoba pertama kali.
Hal ini baru di dunia, bagaimana dengan di akherat? Siapkah kelak di hadapan sang pencipta untuk tanggung jawab atas segala konsekuensi yang telah dipilihannya saat di dunia?
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zuhruf, 43:67)
Imam At-Thabari menjelaskan, “Orang-orang yang saling bersahabat di atas maksiat kepada Allah di dunia, di hari kiamat akan saling bermusuhan satu sama lain dan saling berlepas diri, kecuali mereka yang saling bersahabat di atas takwa kepada Allah.” (Lihat Tafsir At-Thabari)
Sehingga mari mencari sahabat yang baik agar tidak menyesal di hari kiamat kelak.
QnA
Q : Bolehkah kita menyukai atau kagum pada seseorang?
A : Dapat dilihat kagum pada siapa ya, pada Rasul dan sahabatnya tentu diperbolehkan, karena mengajak dan mengingatkan kita pada kebaikan serta berada di jalan Allah. Apabila pada orang yang tidak paham agama, sudah dijelaskan pada materi bahwa kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita sukai. Sehingga bijaklah dalam mencari maupun menyukai seseorang.
Q : Apabila ada lawan jenis yang mencoba mengajak chatting tanpa adanya unsur syar’I atau kepetingan, bagaimana sikap kita? Menolak takut dianggap sombong, bagaimana kita dapat bersikap?
A : Perlu diingat, muslimah dilihat berdasarkan perlakuannya, ta’awun atau sikap berinteraksi sosial dalam islam diperbolehkan namun tetap ada batasan antara laki-laki dan perempuan. Apabila isi percakapan sampai ke ranah pribadi yang membuat tidak nyaman, dapat diabaikan, bukankah itu sama misalnya apabila kita tidak menyukai orang tersebut, mau dia chat sampai menyapa, bukankah kitab isa untuk cuek dan bersikap biasa saja? Namun mengapa apabila kita menyukai orang tersebut hanya dengan dia chat , kita merasa tidak nyaman apabila tidak membalasnya? Wallahualam Bissawab
Pemateri Ustadzah Habibah Bahrun M.Psi
Resume dengan penambahan Putri Hasna Maharani
Comments
Post a Comment